ancaman masalah pangan global Malthus  menghantui. Menurut Thomas R. Malthus, pertumbuhan pangan tidak mampu mengiringi pertumbuhan penduduk yang terus mengalami peningkatan dan hal ini dapat melahirkan masalah panga karena tanah bersifat statis sehingga akan mengalami degradasi bila harus memenuhi kebutuhan penduduk yang terus meningkat karena jumlahnya pun meningkat. di Indonesia, ancaman pangan ini mulai diindikasan denga peningkatan kumlah kematian karena kelaparan dan meningkatnya trend impor pangan. Sungguh miris melihat fenomena ini terjadi di indonesia,karena negara kita adalah negara agraris.ntuk itu, yang perlu dilakukan saat ini adalah peningkata teknologi yang mampu tingkatkan produksi pangan domestik, upaya pengembangan masyarakat sehingga mampu menjadi masyarakat yang mandiri dalam menghadapi ancaman “hantu malthus”

melalui teknik focus group dicussion(FGD) dalam upaya pengembangan suatu kelompok tani sangat dibutuhkan seorang fasilitator yang mampu mengarahkan dan menstimulasikan para petani yang notabennya adalah para petani agar mereka berani mengungkapkan suatu masalah dan kebutuhan mereka. selain itu, seorang fasilitator sebaiknya mampu menstimulir para anggota FGD agar mampu mengembangkankan ide -ide sebagai upaya pemecahalan masalah dan kebutuhan mereka. dalam suatu FGD tidak terjadi pencapaian kesepakatan diantara anggota kelompok tani akan tetapi, melalui FGD. diharapakan dapat terjadi sharing informasi, ide, dan pendapat yang muncul dari setiap anggota kelompok tani harus dipastikan semua petani berpartisipatif, hindari kepasifan anggota kelompok tani.

pemberdayaan masarakat dapat diartikan sebagai suatu konsep pembangunan  ekonomi negara yang merangkm nilai-nilai sosial.  Pemberdayaan merupakan konsep pembangunan baru yang bersifat “people  centered“, “participatory“,”empowerment” dan “sustainable